148. Menjadi Ayah Siaga -1

1150 Kata

Narendra datang setelah Samantha mengabari bahwa dia berada di rumah sakit. Didekatinya sang putra yang sedang berdiri cemas di depan ruangan. Tak jauh darinya, Mr. Smith menatap angkuh, bibirnya terkunci rapat. “Sudah ada kabar?” tanya Narendra. “Belum, Pa.” Detik bergulir lambat. Narendra pergi sebentar untuk menerima panggilan telepon. Pandangan Samantha beralih ke sisi barat di mana langkah seorang perawat berhenti tepat di depannya. Senyum itu masih dia ingat. Setelah menghadiri pernikahan Akira lalu, keduanya tak melakukan kontak lagi. Dia terkejut mendapati sang mantan istri bertugas kembali di rumah sakit sebelumnya. “Kira? Aku nggak tau kamu balik dinas di sini,” sapa Samantha, berusaha tenang menyambut kehadiran Akira meski kecemasan tentang Rose belum hilang di benaknya. “A

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN