LIM.094 SISI LEMBUTNYA (2) Tuan Muda Chen tidak menanggapi ucapanku, ia melangkah ke meja yang ada di sudut ruangan mengambil sebuah map yang berisikan dokumen yang begitu tebal yang ada di sana. Kemudian ia menaiki tempat tidur dan duduk di sampingku. Ia duduk di sampingku begitu dekat. Ia mengulurkan sebelah tangannya yang kosong dan menarik tubuhku semakin dekat padanya. Ia menuntunku untuk merebahkan kepalaku di pahanya sembari berkata, “Berbaringlah!” Aku hanya diam mengikuti perintahnya. Saat ini aku merasa sangat gugup dengan perlakuan lembutnya yang terasa begitu tiba-tiba. Tapi aku juga merasa sangat senang. Aku merasa senang karena semakin lama ia semakin baik padaku. Bahkan ia rela tidak pergi bekerja hanya untuk merawatku. Meski ia masih terlihat kaku dan berekpresi datar, ta

