Chapter : 44

1681 Kata

Kapten Halim mendudukkan dirinya di tangga sedikit kasar, keputusannya benar-benar di butuhkan di sini memilih mempertahankan kedua anggotanya atau membiarkan para penyintas keluar dan berpindah tempat ke rumah sakit pondok indah di mana beberapa tim menunggu penyintas yang akan mereka bawa ke jalan tol bandung.   Membiarkan mereka keluar sama saja mengantar nyawa sementara kota sudah menjadi rumah bagi para mutan dan juga monster ubur-ubur di luar sana.   “Kita gak bisa meninggalkan mereka apalagi membiarkan penyintas pergi kapten, sampai kapanpun saya tidak akan setuju.” Kata Bara berbalik menatap para penyintas yang sedari tadi menguping mereka. Bara berdehem, “Khem, yang ingin keluar dari sini silahkan, kami tidak akan menahan kalian.” Lanjut Bara membuat para penyintas terdiam sal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN