53

1064 Kata

"Dinda, aku mencintaimu," ucap Pandu dengan tulus ketika keduanya sudah sampai pada klimaks mereka masing-masing. "Terima kasih banyak Mas, aku juga mencintaimu, maafkan aku," lirih Dinda mengucapkan kalimat itu. "Maaf? Untuk apa?" tanya Pandu bingung. "Maaf karena aku tidak memberikan hak mu sehari setelah ijab qobul, kau harus menunggu beberapa hari kemudian baru mendapatkan hak mu. Untuk itulah aku meminta maaf." jelas Dinda merasa bersalah. Pandu melempar senyum, ia tidak menyangka jika istrinya itu begitu memperhatikan dirinya, andai saja tidak terjadi insiden hilangnya Arka, mungkin Dinda sudah siap sebelumnya dalam menyerahkan dirinya pada Pandu saat itu. Pandu sama sekali tidak mempermasalahkan hal tersebut. Bahkan ia tidak ingin Dinda dipenuhi rasa bersalah, untuk malam ini s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN