Ethan mengertakakan giginya dengan tangan yang memukul kasur di samping Nindy. Pria itu merangsek maju menghimpit tubuh Nindy di atas ranjang. Wajahnya yang semula melembut berubah beringas kembali. "Inilah yang aku sangat benci dari sebuah kata cinta. Kau ingin memperdayaku dengan cintaku?" geram Ethan rasanya ingin membunuh Nindy saja dari pada melepaskan wanita itu. "Cinta memang seperti itu. Ketika kau rela berkorban, maka itu yang dinamakan cinta. Bukan memaksa seperti ini!" Nindy mengenggam sprei di bawahnya kuat-kuat dengan air mata yang mengalir. "Kalau memang seperti itu, lebih baik aku membunuh saja rasa cinta ini." Ethan yang sudah geram kian mendesak Nindy membuat wanita itu semakin ketakutan. Air matanya mengalir dan wanita itu menangis tersedu-sedu. Ethan memejamkan matan