Ethan masuk ke dalam kamarnya melihat sosok Nindy yang meringkuk di bawah selimut. Waktu sudah menunjukkan pukul 1 siang namun wanita itu masih terlelap. Ethan mengganti bajunya yang basah dengan kaos dan celana panjang. Ia sudah mengamankan Elang bersama Antoni karena siang ini ia ingin mengajak Ibunya bermain. Setelah mengganti baju Ethan segera memeluk Nindy seraya mencium pipinya. Ia merasa badan wanita itu cukup hangat. "Nindy, Sayang ...." Ethan memanggil lembut. Tak ada sahutan apa pun dari bibir wanita itu membuat dahi Ethan berkerut. Ia memeluknya erat sekali seraya mengecup tengkuknya. Ethan tidak ingin membuat wanita itu kembali kelelahan, namun ketika harum tubuhnya tercium rasanya ia tidak bisa mengendalikan diri. Memaksa gejolak nafsu yang luar biasa membuat ia terus meng