d**a Saga masih terlihat naik turun. Tangannya mengepal kuat, tapi tatapannya yang tajam perlahan memudar. Ia marah, tentu saja, karena khawatir terjadi sesuatu pada Mara atau calon bayi mereka. Kedua tangan Saga terangkat menutupi wajah. Ia terdengar menarik napas panjang kemudian menurunkan kedua tangan lalu duduk di tepi ranjang. “Aku tahu kau syuting di sana, tapi bagaimana bisa sampai tersesat?” tanya Saga setelah berhasil menekan amarahnya. Ia tak ingin hubungannya dan Mara yang mulai membaik kembali kusut karena emosi sesaat. “Harusnya aku yang bertanya, ke mana kau sebenarnya? Kau bilang semalam kau pulang, tapi mobilku masih terparkir di luar dan seseorang melihatmu masuk ke hutan,” ucap Mara bernada emosi rendah. Meski sebelumnya kesal melihat Saga menatapnya begitu tajam b
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


