25. Tersesat

1200 Kata

Saga! Kau mendengarku! Kau di mana!” Mara berteriak hingga suaranya nyaris serak. Ia terus berjalan menyusuri jalan setapak sambil terus memanggil nama Saga. Sesekali ia berhenti mencoba menghubunginya. Namun, semakin ia berjalan, semakin ia kehilangan sinyal. “Sudah lima belas menit, sebaiknya aku kembali,” gumam Mara melihat jam pada ponselnya. Ia pun berbalik dan menyusuri jalan yang sebelumnya ia lalui hingga ia sampai di jalan tempatnya ia memulai. Melihat papan penunjuk, ia berjalan sesuai anak panah tanpa tahu bahwa papan penunjuk arah itu telah Dinara geser. Tak lama kemudian, Mara mulai merasa lelah dan merasa jalan yang ia lewati sekarang berbeda dari jalan awal ia memulainya. Bahkan harusnya, ia sudah sampai di lokasi syuting. “Apa aku salah jalan?” batin Mara saat ia me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN