38~BC-2

1158 Kata

Bias tampaknya hanya kelelahan dan tidak sakit seperti perkiraannya. Melihat Bias sudah tertidur, Cinta pun akhirnya memutuskan untuk tidak lagi berkutat dengan laptopnya. Ia menutup tanpa mematikannya, lalu menarik selimut untuk menyelimuti Bias lebih dulu. Setelah itu, barulah Cinta berbaring di samping Bias dengan dua buah guling yang memisahkan mereka. Ia memunggungi pria itu, lalu memejam. Akan tetapi, saat hampir terlelap, ia merasakan pergerakan halus di tempat tidurnya. Beberapa detik kemudian, punggungnya diselimuti hangat, lalu sebuah lengan kokoh melingkar perlahan di pinggangnya. Mata Cinta terbuka. Ia membeku sesaat, karena Bias kembali membuat degup jantungnya bertalu keras. Cinta menelan ludah. “Bi–” “Ssstt …” desis Bias menyembunyikan wajahnya pada ceruk leher Cinta.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN