Bab 24

1034 Kata

Tomi tidak langsung menjawab. Ia masih membelakangi Nina, bahunya kaku. Beberapa detik terasa panjang sebelum akhirnya ia menoleh kembali. Ekspresinya sudah kembali netral, terlalu cepat untuk terlihat wajar. “Baik, Bu,” katanya akhirnya. “Kalau memang itu prosedurnya.” Nina mengangguk. “Iya. Prosedur.” Tomi keluar dari ruangan dengan langkah teratur. Begitu pintu tertutup, Nina langsung menghela napas panjang. Ia tahu kalimat terakhirnya barusan bukan sekadar peringatan—itu ujian. Dan reaksi Tomi barusan sudah cukup memberi satu kemajuan penting: dia tertekan. Nina langsung menghubungi HR melalui telepon internal. “Pak Rudi,” ucap Nina tanpa basa-basi, “saya mau minta data absensi Tomi tiga minggu terakhir. Lengkap dengan izin sakit dan jam keluar-masuk.” “Baik, Bu Nina,” jawab Rudi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN