Bab 22

930 Kata

Pagi itu, Nina tiba di kantor lebih awal dari biasanya. Ia ingin menenangkan pikirannya dengan bekerja, berharap rutinitas bisa mengalihkan perhatiannya dari pesan misterius semalam. Namun begitu ia duduk di kursinya dan menyalakan komputer, perasaan gelisah itu tak juga hilang. Tak lama kemudian, Tomi muncul di depan pintu ruangannya sambil membawa tablet dan secangkir kopi. “Pagi, Bu Nina,” ucapnya seperti biasa. “Saya sudah siapkan kopi tanpa gula. Seperti biasanya.” Nina menoleh dan mengangguk. “Terima kasih, Tom.” Tomi meletakkan kopi di meja, lalu berdiri menunggu instruksi. Sikapnya rapi, profesional, dan tenang—sama seperti hari-hari sebelumnya. Namun entah kenapa, kali ini Nina justru memperhatikannya lebih saksama. Ia teringat ucapan Arya, lalu pesan dari nomor tak dikenal. P

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN