Bab 53 - Secercah Harapan

1068 Kata

Malam itu begitu sunyi. Hanya suara detak jam dinding dan hembusan angin dari jendela yang sedikit terbuka menemani suasana kamar kecil itu. Di bawah cahaya redup lampu meja belajar, seorang mahasiswi perempuan duduk bersandar di tepi ranjangnya. Rambutnya terurai, matanya sesekali menatap ke arah pintu. Memastikan semua orang di rumah sudah tertidur. Dengan hati-hati, ia mengangkat ponselnya dan menekan nomor yang sudah ia hafal di luar kepala. Setelah beberapa dering, terdengar suara lembut di seberang sana. Suara dokter psikiaternya. “Selamat malam… Kamu belum tidur juga?” tanya Dokter Jasmine dengan nada hangat namun penuh kekhawatiran. Aurora tersenyum kecil. Menahan gemetar di ujung suaranya. “Belum, Dok. Saya… Cuma ingin bicara sebentar. Soal beasiswa itu.” Dokter Jasmine mena

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN