Bab 54 - Kecurigaan

1070 Kata

Pagi itu, udara masih terasa segar ketika seorang mahasiswi perempuan bersiap-siap di kamarnya yang sederhana. Rambutnya yang panjang ia sisir perlahan sambil menatap cermin kecil di meja belajarnya. Seragam kampus yang rapi sudah melekat di tubuhnya. Dan tas cokelat lusuh yang selalu menemaninya selama kuliah sudah tergantung di bahunya. Begitu keluar dari kamar, aroma teh hangat bercampur dengan nasi goreng sederhana buatan Neneknya langsung menyambut. Mereka berdua duduk di meja makan kayu yang sudah tampak tua namun tetap bersih. Suasana pagi itu hangat. Meski sederhana, ada ketenangan di dalamnya. “Kamu bangun pagi sekali, Nak. Tumben nggak kesiangan.” Aurora tersenyum kecil sambil mengaduk teh. “Iya, Nek. Hari ini mau berangkat lebih awal.” “Kuliah pagi?” “Iya, Nek. Sekalian ad

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN