Aurora baru saja merebahkan diri di atas kasurnya. Lampu kamar menyala redup. Hanya cukup untuk memberi rasa aman setelah hari panjang yang melelahkan. Tangannya yang terluka akibat tusukan masih dibalut perban. Terasa berdenyut pelan setiap kali ia bergerak. Namun malam ini ia ingin mencoba tidur lebih awal. Berharap bisa menghindari lucid dream yang sering membuatnya terjaga dengan jantung berdebar. Ketika matanya mulai terasa berat, ponselnya tiba-tiba berdering. Ia terlonjak sedikit. Lalu menatap layar yang menampilkan nama Dokter Jasmine. Rasa heran dan khawatir langsung muncul bersamaan. “Dokter Jasmine?” ujarnya pelan setelah mengangkat. Suaranya terdengar lembut namun lelah. “Ada apa ya, Dok? Aku baru mau mencoba tidur.” Di seberang, suara Dokter Jasmine terdengar cemas tapi t

