Callista mengemudikan mobil miliknya yang ditemani oleh Aurum di tengah kota yang mulai sepi menjelang sore. Wajah mereka terlihat serius. Sesekali menatap layar ponsel sambil membandingkannya dengan papan nama di depan bangunan-bangunan yang mereka lewati. “Katanya Dokternya praktek di sekitar sini,” ujar Aurum sambil menatap papan bertuliskan Klinik Psikologi dan Psikiatri. Mereka saling berpandangan, lalu menegakkan tubuh seolah ingin meyakinkan diri. “Iya, benar. Dr. Aprillia Jasmine. Dokternya si Aurora.” Rencana mereka cukup berani. Mereka berdua berpura-pura sebagai keluarga dari Aurora. Hanya untuk mendapatkan obat yang biasanya diberikan Dokter psikiater kepada Aurora. Dan obat itu akan mereka berikan kepada Dosen yang lainnya selain Bu Fetty termasuk Rektor di kampusnya. Mere

