Beberapa orang menahan tawa, sebagian lagi menatapnya seolah sedang melihat sesuatu yang aneh. Ada yang menunjuk-nunjuk diam-diam, ada pula yang berani berbisik keras sambil tersenyum sinis. “Eh, itu kan si Aurora ya?” “Iya, yang katanya suka ngalamin lucid dream itu, kan?” “Lucid dream? Itu yang katanya dia bisa “hidup di dunia mimpi”, ya? Waduh, ngeri juga.” “Hahaha… iya, mungkin nanti dia kira kita cuma mimpi juga.” “Hati-hati deh, nanti dia ngobrol sama bayangan sendiri lagi!” Aurora berhenti sebentar, menatap ke tanah, lalu kembali berjalan. Kemudian Aurora menjawabnya dengan pelan, hampir tak terdengar. “Aku cuma… mimpi, bukan gila…” Salah satu mahasiswa yang ada di sana menirukanya. “Aku cuma mimpi…” Ih, dengar nggak? Dia ngomong sendiri!” “Astaga, beneran deh. Kenapa sih

