Salah satu mahasiswi baru saja melangkah keluar dari gedung fakultas ketika matanya tiba-tiba menangkap sosok yang sangat familiar di antara kerumunan mahasiswa yang sedang menuju kelas. Tubuhnya langsung menegang. Ia berhenti di tempat. Seolah dunia di sekeliling mendadak melambat. Di depan sana dengan rambut yang masih diikat sederhana dan tas ransel lama yang pernah ia lihat setiap hari, sahabatnya berdiri. Benar-benar berdiri di halaman kampus yang dulu sempat ia tinggalkan karena masalah beasiswa. Untuk beberapa detik, mahasiswi itu bahkan tak bisa bernapas. Gresa terbelalak, berhenti mendadak. “Hah? Itu… Nggak mungkin.” Aurora menoleh, dan saat mata mereka bertemu, ada senyum kecil yang muncul dari wajah yang pernah ia lihat menangis berhari-hari. Senyum yang kini penuh kelegaan.

