Gresa melirik jam tangannya. “Eh, lu kan harusnya ada jadwal kontrol sama Dokter malam ini, kan?” Aurora sedikit kaget. “Iya, jam tujuh. Masih sempat kok.” “Ya sudah, yuk.” Mereka lalu melangkah menuju mobil. Lampu kota memantul di kaca depan. Seakan menemani perjalanan malam itu. Gresa menyalakan mesin. Sementara Aurora duduk diam di kursi samping Gresa sambil menatap jalanan yang perlahan mereka tinggalkan. Dalam diam itu, Aurora tahu betapapun hidupnya terasa hancur, masih ada seseorang yang benar-benar peduli padanya. Dan bagi Gresa, menemani sahabatnya malam itu bukan sekadar bentuk perhatian. Melainkan janji bahwa Aurora tidak akan melawan dunia ini sendirian. ***** Di sebuah malam dengan gemericik air hujan, Aurora dan Gresa berjalan masuk ke sebuah klinik psikiater yang te

