dr. Jasmine tersenyum lembut berusaha memulai percakapan kembali setelah keheningan menghampiri mereka berdua. “Sorry, Aurora. Sudah lama tidak datang, ya? Bagaimana kabarmu akhir-akhir ini?” Aurora menunduk, suaranya terdengar pelan. “Aku… Tidak tahu, Dok. Rasanya semua berantakan.” dr. Jasmine mencondongkan badannya sedikit. “Berantakan bagaimana? Ada sesuatu yang terjadi?” Aurora menarik napas panjang. “Karena masalah lucid dream ku, Dok.” “Masih sering sulit membedakan mimpi dan kenyataan?” “Iya, Dok… Kadang aku merasa hari-hari di dunia nyata cuma bayangan. Tapi yang lebih parah… Sekarang aku sudah berhenti kuliah, Dok.” dr. Jasmine terkejut lembut. “Apa? Berhenti? Kenapa, Aurora?” Aurora menahan air mata. “Karena beasiswaku dicabut, Dok. Katanya karena aku sudah merugika

