Pagi itu udara masih terasa sejuk. Sinar matahari baru mulai menerobos masuk lewat jendela kamar sempit di rumah sederhana itu. Di dalamnya, seorang mahasiswi bernama Aurora tampak terburu-buru bersiap. Sudah seminggu penuh ia tidak menampakkan diri di kampus. Bukan karena malas, melainkan karena hatinya hancur mengetahui beasiswanya dicabut akibat penyakit lucid dream yang ia derita. Namun pagi ini, Aurora bertekad untuk kembali. Semua ini karena Dokter Jasmine yang akan memperjuangkan beasiswanya dengan cara mencoba bicara dengan Dosen dan Rektor tentang penyakit yang di deritanya. Dengan rambut yang masih sedikit basah, ia mengenakan kemeja putih dan rok panjang abu-abu. Tangannya gemetar sedikit saat mengancingkan baju. Seolah sedang menenangkan diri dari beban seminggu yang lalu. D

