Raffa melanjutkan biacaranya. “Dan kalau mereka menolak bagimana? Kamu akan disalahkan. Dunia nggak selalu bisa disembuhkan dengan empati, sayang. Dan kamu ga bisa pakai perasaan kamu itu dalam dunia kerja kamu. Kamu harus bisa profesional.” Dr. Jasmine mendekat, suaranya lembut tapi mantap. “Mungkin nggak bisa disembuhkan, tapi bisa dipahami. Aku nggak mau anak itu hancur karena sistem yang buta soal kesehatan mental. Kadang, sedikit keberanian untuk menjelaskan bisa menyelamatkan masa depan seseorang. Itu aja yang terpenting sekarang buat aku, Mas.” Raffa menatap istrinya lama. Melihat keteguhan di mata perempuan yang telah lama ia kagumi karena hati lembutnya. Raffa menarik napas panjang. “Kamu ini memang nggak pernah bisa diam kalau udah urusan hati manusia, ya?” Dr. Jasmine ter

