Di ruang makan yang tenang itu, Dokter Jasmine berdiri terpaku di depan meja makan. Tangan kirinya masih gemetar. Sementara pecahan gelas berjatuhan dari sela-sela jarinya ke lantai. Ia bahkan tidak ingat bagaimana gelas itu bisa terlepas dari tangannya. Yang ia tahu, dadanya tiba-tiba terasa sesak. Seperti ada sesuatu yang menggantung di tenggorokan dan menekan dari dalam. Air yang tadi hendak diminumnya mengalir membasahi ujung jari. Tapi sensasi dinginnya tidak mampu menghapus firasat buruk yang menyergap tanpa peringatan. Ia jarang mengalami hal seperti ini. Rasa tidak enak yang begitu tajam. Hampir menyakitkan. Seolah ada sesuatu yang sedang terjadi pada seseorang yang sangat dekat dengannya. “Astaga…” “Sayang? Kamu kenapa?” tanya suaminya. “Aku… Aku tidak tahu. Tiba-tiba saja gel

