"Tunggu Adipati di sini," kata Dewangga kepada Pramono. “Setelah itu baru ke dalam.” Pramono menganggukkan kepala. "Baik, Tuan," balasnya. Setelah itu Dewangga menyeret Lyra untuk masuk ke dalam perpustakaan. Jantung Lyra rasanya mau meledak membayangkan hal buruk apa yang hendak terjadi kepadanya. “Mas, lepasin,” kata Lyra mencoba melepaskan cengkraman tangan Dewangga pada lengannya. “Bukankah kamu penasaran dengan sosok Sukma Widari?” tanya Dewangga mengabaikan ucapan Lyra. “Sebentar lagi kamu akan bertemu dengannya,” tambahnya. “Mas, aku mohon. Lepaskan aku, biarkan aku pergi,” ucap Lyra lagi semakin gelisah. “Aku tidak bisa membiarkanmu pergi, Lyra,” balas Dewangga. “Bukankah aku sudah bilang kalau kamu sangat berharga bagiku? Aku tidak bisa melepaskanmu begitu saja.” “Mas bi

