Lyra merasakan kakinya melemah hingga akhirnya ia terduduk di lantai. Ucapan Dewangga terdengar cukup mengerikan. Bagaimana bisa Dewangga mengatakan hal gila seperti itu! Bagaimana bisa Dewangga tega mengganti jantung Lyra dengan jantung milik Sukma Widari! Gila. Semua ini gila! “Bukankah... bukankah seharusnya ritual apa pun ini dilakukan ketika bulan purnama?” tanya Lyra terbata-bata seraya menatap ketakutan ke arah Dewangga yang menjulang tinggi di depannya. “Bahkan kamu tahu soal itu,” balas Dewangga enteng. Lalu tatapan Dewangga terarah pada belakang tubuh Lyra. “Pasti Dalimah yang memberitahukannya,” tambahnya seolah sedang menatap orang lain yang ada di belakang Lyra. Namun, di belakang Lyra tidak ada siapa-siapa. “Ini nggak akan berhasil,” kata Lyra dengan air mata yang kembali

