"Lyra, Kamu kenapa?" tanya Dewangga mengamati Lyra dengan tatapan khawatir. Lyra diam, enggan menjawab pertanyaan Dewangga. Lyra merasa marah karena perbuatan Sukma Widari di mimpinya. Lyra pun marah kepada Dewangga karena dibohongi terus-terusan. "Lyra," panggil Dewangga seraya memegangi kedua bahu Lyra, menatap Lyra dengan sorot mata teduh. "Kamu kenapa?" tanyanya lagi. "Apa kamu bermimpi buruk lagi?" tebaknya dengan sangat tepat. Napas Lyra memburu. Amarah Lyra kembali bergejolak. Lyra bukan hanya bermimpi buruk. Lyra itu hendak dibunuh di dalam mimpinya! Dan parahnya lagi, Lyra tidak bisa melakukan apa-apa. Lyra tidak bisa membela diri di dalam mimpinya itu. Padahal itu adalah bunga tidur Lyra. Bagaimana bisa Lyra tidak berdaya di dalam mimpinya sendiri? Lyra benci menjadi lemah s

