Setelah selesai makan siang, Dewangga pamit untuk pergi ke ruang kerjanya untuk mengerjakan sesuatu. Lyra sendiri kembali ke kamarnya, duduk diam di depan jendela kamar sambil mengamati taman bunga yang ada di bawah sana. Tadinya Lyra berniat untuk pergi ke perpustakaan untuk membuka pintu ruangan yang ada di dalam perpustakaan itu. Namun, karena Dewangga ada di rumah, jadi Lyra tidak mungkin keluyuran keluar kamar sambil membawa kunci di tangannya. Lyra menghela napas dalam. Dadanya terasa begitu sesak. Lama kelamaan berada di rumah ini, mendadak saja Lyra merasa terkungkung. Lyra seolah tidak bisa ke mana-mana. Lyra terperangkap. Lyra terpenjara di sini. Mengenai Sukma Widari, Lyra sangat yakin jika sosok itu sudah mati. Sebab, tidak ada tanda-tanda kehadiran perempuan itu di sini. P

