Lyra mengamati kuburan yang ada di hadapannya. Makam-makam itu tampak tidak terawat karena banyaknya daun-daun yang berserakan di sekitar. Selain itu, ada beberapa nisan yang terbuat dari kayu yang tampak sudah rapuh. Terlihat sekali sudah sangat lama tidak ada orang yang datang ke makam ini. Melihat pemakaman ini entah mengapa membuat Lyra merasa sedih. Terlebih ketika ingat kebanyakan orang yang dimakamkan di sini adalah pelayan di kediaman Dewangga. Mereka tidak memiliki keluarga. Mereka sebatang kara. Dan mereka berakhir di sini. Bukankah itu sangat menyedihkan? Kini Lyra jadi membayangkan pelayan-pelayan itu bekerja ditempat lain. Jika mereka tidak bekerja di sini, mereka bisa berinteraksi dengan orang lain di luar sana. Mereka bisa menikah dan punya anak. Mereka akan memiliki kelu

