Bab 109

1270 Kata

Sejak kemarin Lyra tidak turun dari atas kasur. Perempuan itu hanya bisa meringkuk di bawah selimut. Tidak mau makan. Tidak mau berbicara. Seolah gairah hidupnya sudah hilang bersama dengan semua hal baik dalam hidupnya yang saat ini sudah tidak ada lagi. Lyra kehilangan seluruh keluarganya. Mereka semua sudah meninggal. Lyra sendirian. Lyra tidak punya siapa-siapa lagi. “Apa tidak sebaiknya melapor ke kantor polisi?” tanya Jenar menatap Lyra dari arah pintu kamar. Kinarsih menggelengkan kepala. “Jangan,” katanya. “Saya rasa itu ide buruk. Polisi tidak bisa membantu Nyonya.” “Lyra dihajar hampir dibunuh oleh Tuan Dewangga,” kata Jenar menunjuk ke arah Lyra. “Dan kamu pun sangat yakin jika kebakaran rumah Lyra yang menyebabkan meninggalnya seluruh keluarga Lyra adalah perbuatan Pak Adip

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN