Sejak pertengkaran kemarin dengan Zia, aku mulai berpikir bahwa sebenarnya selama ini kekasihku itu sangat egois atau aku yang terlalu penasaran dengan Anggia sehingga menginginkannya untuk menjadikannya istri sementara. Jika dipikir, seharusnya memang aku bisa dengan mudah menjerat perempuan lain untuk menikah. Terlebih aku punya banyak uang dan aku tampan, aku rasa itu bukan hal yang sulit. Tapi penolakan Anggia terhadapku dan kebohongan cerita Zia tentang gadis itu membuatku sangat penasaran dan ingin mengenal Anggia lebih jauh. Aku pun tidak mengerti kenapa setelah mendengar kisahnya, aku semakin ingin mengenal gadis ingusan yang dengan menyebalkan selalu memanggilku om itu. “Diana kosongkan jadwalku sore ini.” Ucapku. “Hari ini ada Meeting penting dengan Client dari jepang Boss,” Ja