Aku tidak tahu bahwa om-om kekasih sepupuku yang sekarang sedang serius melajukan mobil itu ternyata cerdik juga. Entah bagaimana ceritanya dia bisa membujuk ayah hingga berada di pihaknya. Dan jika ayah sudah menginginkan sesuatu maka aku tidak bisa membantahnya. Seperti sebuah keharusan tidak peduli itu baik ataupun buruk, dan kak Davin yang aku harapkan akan membelaku selalu tidak peduli juga. Bisa dibilang sebenarnya aku hanya hidup sendirian di dunia. “Kalau begitu aku tidur yah om nanti bangunkan kalau sudah sampai.” Ucapku lemah. Kepalaku memang sakit sekali dan kurasa tubuhku semakin demam karena kurang istirahat dan belum makan juga. Kadang aku membayangkan kisah hidupku mirip dengan Cinderela, dibenci di rumah dan di perlakukan seenaknya. Mungkin jika aku boleh berharap suatu ha