Bab 42 | Kencan Yang Mengecewakan

1979 Kata

Keduanya tiba di bubur ayam yang menjadi langganan Fares, beberapa mahasiswa juga tengah menyantap sarapan mereka, yang mengenal Fares langsung menyapa dan menyunggingkan senyumnya, sebagian dari mereka yang berbeda jurusan hanya bisa menahan tanya dalam hati saat Fares memasuki kedai bubur ayam itu dengan menggenggam tangan Ayya. “Nanti kita asistensi abis dzuhur kan, abis asistensi main yok.” Fares memulai obrolannya sambil menunggu bubur mereka. Menggengam tangan Ayya dengan senyum yang tidak pernah luntur dari wajahnya. “Main ke mana?” Tanya Ayya dan berusaha menarik tangannya dalam genggaman Fares saat merasa beberapa mahasiswa memperhatikan mereka, namun Fares kembali menariknya dan menggenggam tangan Ayya lebih erat. “Ke mana saja asal bersamamu.” Balas Fares asal kembali mengg

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN