Bab 43 | Kekecewaan Pertama

1521 Kata

Semua tanya yang memenuhi kepalanya hanya bisa Ayya simpan dalam hati melihat bagaimana raut tegang Fares yang terlihat begitu menahan emosi. Fares melajukan motornya dengan kecepatan tinggi, menyelip dengan kesetanan di tengah kemacetan panjang, membuat Ayya memeluk erat pria itu dengan jantung yang bertalu keras. Keringat dingin juga membasahi wajahnya dengan ketakutan yang semakin menjadi. Fares benar-benar hilang kendali. Membuat pertanyaan itu semakin banyak di kepalanya, dia juga khawatir jika ayah mertuanya kenapa-napa atau semua ini berhubungan dengan Laras? Ayya lebih yakin dengan pemikiran terkahirnya. Ia ingin menanyakan yang sebenernya, namun dia tau saat ini bukanlah waktu yang tepat “Res.” Ayya semakin erat memeluk pinggang pria itu berharap Fares memelankan laju motornya da

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN