20

1836 Kata

Fadil memang melupakan Sang Pencipta. Ujiannya pun bertubi-tubi, karena sudah merasa puas dengan kehidupannya. Tidak ada yang tidak mungkin ... Sesuai saran Wibisono, Fadil pun beranjak berdiri untuk berwudhu. Dan menggelar sajadahnya di samping brankar Fathur. Meninggalkan semua beban dan masalahnya. Sholat Tahajud dua rakaat dan dilanjutkan membaca ayat-ayat Suci Al-Quran lalu zikir dan sholawat. Tidak lupa bermunajat kepada Allah SWT memohon ampun karena sudah lalai dan melupakan ibadah yang menjadi kewajiban dalam agamanya. Sunyi dan hening, tidak ada satu suara pun yang terdengar kecuali suara detak mesin pendeteksi jantung. Hawa AC yang sangat menusuk kulit hingga tulang-tulang rusuk terasa sedikit linu. Wibisono dan Nunu pun menunggu di luar. Mereka adalah sahabat terbaik Pan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN