Bab 31. Terusir

1110 Kata

Suasana ruangan mencapai puncak ketegangan setelah pukulan keras Dani mengenai pipi Jody. Jejak merah telapak tangan tercetak jelas di wajah Jody. "Pergi kamu dari sini!" bentak Dani Anggara dengan suara menggelegar. Matanya menyala-nyala, menunjukkan amarah yang sudah tidak terbendung lagi. Jody memegang pipinya yang masih perih, tapi kedua matanya menatap Dani dengan penuh perlawanan. "Pa, Papa nggak bisa mengusirku begitu saja! Aku adalah pemilik perusahaan ini, Pa! Aku juga berhak atas uang itu." "Sejak kapan? Apakah dengan duduk di kursi itu kamu sudah merasa menjadi pemilik ...?" tanya Dani dengan menunjuk kursi yang tadi diduduki oleh Max. Sementara Jody hanya terdiam, dengan rahang yang sudah mengeras. "Ingat, perusahaan ini milik RA. Milik putra Anggara. Dan kamu tahu, Jody. K

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN