Bab 30. Money Loundering

1217 Kata

"Kamu harus merasakan kehancuranmu mulai dari sekarang, Jody?" gumam Max. Max Leonard duduk di kursi direktur yang empuk. Kursi yang memang seharusnya ia tempati. Kedua matanya fokus pada layar komputer di hadapannya. Sejak tadi pagi, ia telah menyelami berbagai dokumen dan laporan keuangan perusahaan. Dan otaknya telah menyiapkan semua, tentang apa yang harus ia katakan pada pemilik asli Anggara Buildings. "Aneh," gumamnya sambil memperhatikan sebuah transaksi yang tercatat pada bulan September tahun lalu. "Pembelian peralatan kantor senilai 2,5 miliar rupiah? Untuk kantor sebesar ini?" Jari-jarinya mengetik cepat, melacak nomor invoice dan supplier yang tertera. Semakin dalam ia menggali, semakin banyak kejanggalan yang ia temukan. "Tuan Max?" Seorang sekretaris mengetuk pintu ruanga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN