Bab 41. Jerat yang Mengencang

1046 Kata

Pagi itu, Alesha tiba di rumah sakit lebih awal dari biasanya. Kantung mata yang menghitam menunjukkan bahwa ia hampir tidak tidur semalam. Di tangannya, sebuah tas hitam kecil berisi sesuatu yang membuatnya terus menoleh ke belakang sepanjang perjalanan. Ia langsung menuju ke ruang rawat Max. Namun, langkahnya terhenti ketika melihat dua orang pria berjas hitam berdiri di depan pintu. Anak buah Fernandez telah berdiri tegap di sana. Membuat jantungnya berdegup kencang. "Selamat pagi, Dokter," sapa salah satu dari mereka dengan sopan meskipun tetap saja terdengar dingin. "Minggir kalian," titah Alesha sambil mengulurkan tangan. Namun dengan cepat, kedua pengawal itu menutup akses pintu. "Maaf, Dokter. Tuan Fernandez meminta agar tidak ada yang masuk dan mengganggu Max tanpa seizinnya."

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN