"Baiklah ...." Dani menghela napas panjang, mencoba menenangkan diri. "Tapi setelah dokter selesai mengobati Jody, aku mau penjelasan yang jujur." Nadine mengangguk lemah, masih terlihat gugup. Jessica membantu Jody berbaring di sofa panjang di ruang tamu, mengangkat kakinya yang terluka ke atas bantal. "Mbak Sri, tolong ambilkan air hangat dan kain bersih," perintah Dani. "Baik, Pak." Mbak Sri bergegas ke dapur. Dani duduk di tepi sofa, menatap luka di kaki putranya. "Itu pasti sakit sekali." "Lumayan, Pa," jawab Jody pelan. "Tapi sudah lebih baik dari tadi." "Kamu yakin ini karena begal?" tanya Dani lagi, kali ini langsung pada Jody. Jody melirik mamanya sekilas, terlihat ragu-ragu. "Iya, Pa. Tadi aku dan Mama lagi di parkiran mall, tiba-tiba ada dua orang yang—" "Jody, istirahat

