Hari-hari berikutnya terasa panjang. Hujan telah reda, tetapi hawa lembab masih melekat di rumah kecil di pinggiran kota tempat mereka bersembunyi. Ramon menepati janjinya: ia bukan hanya pelindung, tetapi juga guru. Setiap pagi, Ramon membangunkan Max dan Alesha sebelum matahari terbit. “Perang tidak menunggu kesiapanmu. Kau yang harus siap setiap saat,” katanya dingin. Latihan dimulai dengan fisik, push-up, sit-up, hingga teknik pernapasan agar tubuh tidak cepat habis tenaga. Lalu berlanjut ke latihan tangan kosong, pisau, hingga pistol. Max memperhatikan setiap gerakan Ramon, dan hatinya berdegup aneh. Gerakan itu … cara memegang pisau, cara menendang, bahkan cara Ramon meluruskan sikunya ketika menembak ... semua itu nyaris sama dengan Romi. Ketika Ramon memutar lengan Max hingga

