Bab 64. Darah Sendiri

1148 Kata

Hujan masih belum berhenti. Jalanan Jakarta malam itu dipenuhi sirine dan cahaya lampu strobo yang memantul di genangan aspal. Max dan Alesha menyusuri gang sempit, langkah mereka cepat namun terhuyung, tubuh penuh luka dan debu. Di ujung gang, sebuah mobil sedan berwarna hitam sudah menunggu. Seorang pria dengan wajah tergores luka, membuka pintu belakang. “Cepat masuk. Kalau kalian masih ingin hidup.” Alesha ragu, tapi Max langsung mendorongnya masuk. "Masuk, cepat!" Setelah keduanya masuk, pria itu pun ikut menyusul masuk, dan dengan cepat ia segera duduk di belakang kemudi. Mobil melaju, meninggalkan jalan sempit itu, menembus lalu lintas yang kacau. “Siapa kau?” Max bertanya, napasnya masih berat. Pria itu menyalakan sebatang rokok, asap tipis memenuhi kabin. “Orang yang lebih b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN