"Kau … membunuh Clara," katanya perlahan. "Kau … yang sesungguhnya menghancurkan hidupku!" Nadine terisak, tangannya meraba pisau di pinggang, siap menghunusnya kapan saja. Rafael tersenyum tipis, tatapannya tak lepas dari Nadine. "Sekarang, akhirnya topengmu runtuh juga." Dalam keadaan terjepit, Nadine merasakan seluruh hidupnya hancur dalam sekejap. Amarah, putus asa, dan kepanikan bercampur menjadi satu. Tangannya bergerak refleks, mencabut pisau dari pinggang dengan gerakan cepat. "Semuanya menjauhlah dariku!" teriaknya histeris, pisau berkilat di tangannya teracung ke segala arah. Mata Nadine liar, tak terkendali. Ia kehilangan akal sehat, membabi buta mengacungkan pisau ke siapa pun yang berada dalam jangkauannya. Dani mundur terkejut, sementara Rafael tetap tenang meski waspada

