Jody merasakan dunianya runtuh dalam sekejap. Tembakan yang ia lepaskan memang berhasil melepaskan pisau dari tangan Alesha, tapi ia terlambat menyadari satu hal penting. Gadis itu bukanlah seorang wanita biasa. Alesha adalah sesuatu yang lebih berbahaya dari yang pernah ia bayangkan, karena Jody tahu jika Akesha adalah anam Fernandez. Syuttt! Pisau itu melesat tepat mengenai pergelangan tangan Max. Pemuda itu berteriak kesakitan, pistolnya terjatuh dan meluncur di lantai beton. D a r a h mengalir dari lukanya yang cukup dalam. "Max!" Jody refleks bergerak untuk dan menjauh dari Max, tapi gerakan itu adalah kesalahan fatal. Dengan mata kosong dan dingin, Alesha yang tangannya masih berdarah, dengan cepat meraih pistol Max yang terjatuh. Meski terluka, naluri bertarung yang telah diasah

