Bab 20. Mengintai

1006 Kata

Dari ketinggian atap gedung yang menghadap langsung ke area parkir mall, Max berdiri, menatap ke bawah dengan tenang. Tak ada satu orang pun yang akan melihatnya. Tangannya bersandar pada pembatas beton, matanya tak lepas dari drama yang tengah berlangsung di bawah sana. Senyum tipis mengembang di sudut bibirnya. Namun, itu bukanlah sebuah senyum yang menyiratkan kegembiraan, melainkan kepuasan seorang dalang yang melihat bonekanya menari sempurna sesuai skenario. "Pertunjukan yang indah," gumamnya pelan sambil mengangkat teropong kecil ke matanya. Max telah berada di sana sejak beberapa menit sebelum Nadine dan Jody tiba. Sesungguhnya, dia pun tak perlu bersusah payah untuk datang ke tempat itu. Namun, tentu saja ia tak ingin kehilangan kesempatan untuk mengamati setiap gerak-gerik yan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN