"Ssst jangan teriak-teriak, didengar tetangga nanti mereka pikir kita lagi enak-enak." Ucapan Candra mampu membuat mata Laras membulat lebar, suaminya itu memang tidak bisa memfilter kata-kata membuat pipi Laras bersemu merah karena malu. "Apaansih pak? Mereka gak mungkin berpikir sampai sejauh itu kecuali bapak!" Ketusnya, memang kenyataannya seperti itu, mungkin hanya Candra yang berpikir terlalu kotor dan m***m. lelaki itu terlalu berharap lebih padanya, padahal bukankah mereka telah sepakat untuk tidak melakukan hal apapun? sebab pernikahan ini hanyalah sebuah perjanjian dan kesepakatan saja. Candra terkekeh, melihat raut wajah Laras yang benar-benar menggemaskan. ingin rasanya malam ini jiwa lelaki Candra meraung-raung, menerkam sekretarisnya dalam gelapnya malam. andai saja ia ta

