Pergi

1037 Kata

Osman membalas tatapan itu, datar saja. "Aku tahu kamu tidak pernah mencintaiku. Tapi bukan begini caranya kamu menendang aku dari kehidupanmu. Ini sangat menyakitkan." Akhirnya air mata Orin merembes deras. Selain sakit karena Osman selalu mengikuti kemauan Naomi, juga karena Osman menunjukkan betapa dia tidak menginginkan Orin. Orin mengangkat tangannya dan melayangkannya cepat. Ingin menampar Osman. Namun tangannya kalah cepat dengan tangan Osman yang lebih dulu menangkapnya. Kini pergelangan tangan Orin digenggam erat oleh Osman. Orin menarik tangannya kuat. Kemudian berpaling dan meninggalkan kamar. Dia berlari memasuki lift. Menangis sesenggukan. Hingga ia tersadar dirinya menjadi pusat perhatian tiga orang lainnya yang berada di satu lift bersamanya. "Tolong jangan lihati

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN