Kirana terpaku pada layar monitor, wanita itu sejak tadi duduk di ruang tengah untuk menyelesaikan pekerjaannya. Tidak terasa beberapa jam telah berlalu dengan begitu cepat. Kirana menatap jam di dinding, waktu sudah menunjukkan pukul empat sore. Sejenak dia memeriksa pesan pada ponselnya. Ada beberapa pesan yang dikirimkan oleh Erna, juga Ali. Dari Erna Kirana sudah tahu, semuanya terkait dengan pekerjaan yang harus dia selesaikan seperti hari-hari biasa. Tapi dari Ali? Kirana segera membuka pesan tersebut. Ternyata Ali meminta kehadiran dirinya di sebuah restoran dalam hotel berbintang pada malam ini. “Aku ingin kamu datang, please. Aku akan menemui klien penting malam ini, tegakah kamu melihatku menjadi bahan tertawaan, Kirana?” Pesan panjang tersebut membuat Kirana termenung. “Har

