Malam itu Banyu mengemudi tanpa tujuan yang jelas. Tangannya mencengkeram setir dengan erat, matanya menerawang lurus ke depan, dan pikirannya kosong sekaligus penuh. Ia keluar rumah bukan untuk kabur, juga bukan untuk mencari siapa-siapa. Ia hanya ingin menenangkan diri dari pertengkarannya dengan sang istri, dan juga perkataan Bening yang masih terngiang di kepalanya. Bening akan melakukan perjalanan dinas selama sepuluh hari, itu lama untuk Banyu yang notabene tidak pernah berpisah dengan Bening selama pernikahan mereka selama itu. Banyak pertanyaan di dalam kepala Banyu, tapi Banyu sendiri juga tidak menanyakan hal itu kepada istrinya. Ia memang merasa tidak bersalah, tapi juga tidak sepenuhnya benar. Mobil Banyu melaju makin jauh dari kompleks perumahan, jalanan berubah lebih sepi,

