Bab 16. Satu Ranjang, Sejuta Gengsi

1391 Kata

Hening seketika menyergap. Kalimat Vanya baru saja merobek sisa-sisa kesabaran yang coba dibangun Bumi di sofa sempit itu. Bumi perlahan bangkit, menatap Vanya yang duduk dengan dagu terangkat, mencoba terlihat berkuasa meski jemarinya meremas selimut sutra dengan erat. "Nona benar-benar ingin bermain api?" suara Bumi rendah, bergetar seperti guruh di kejauhan. "Aku nggak main-main. Sini," perintah Vanya, tangannya menepuk sisi kasur di sebelahnya dengan gerakan manja yang dibuat-buat. "Sofa itu kotor, Bumi. Dan aku nggak mau pengawalku sakit terus nggak bisa jagain aku besok." Bumi menghela napas panjang. Ia melangkah mendekat, membuat Vanya reflek menahan napas saat tubuh tegap itu akhirnya naik ke atas ranjang. Kasur itu amblas di satu sisi, memberikan guncangan kecil yang membuat j

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN