Sebuah mobil mewah berwarna hitam mengilap meluncur perlahan ke area resort. Bannya lebar dengan velg krom mengilap yang memantulkan sinar matahari sore. Suara desisan lembut rem saat mobil berhenti terdengar sempurna, membuat para penjaga gerbang resort tampak saling memandang karena mengenali plat nomor mobil tersebut. Salah satu dari mereka buru-buru meraih telepon, sementara yang lain berjalan cepat menghampiri mobil itu. “Bawa saya ke tempat Lukas,” titah Sovi, ibu Lukas. Ben melepas kaca mata hitamnya terusik dengan grasak-grusuk di seberang sana—mendengar dari earpiece-nya, sementara matanya tidak teralihkan memandangi Lukas di tengah padang rumput dengan rekannya. Ben memejamkan matanya, seketika ia ingin tumbang mendengar laporan dari penjagaan. Kemal juga ketar-ketir saat pen