Bab 35. Menemani Begadang

1038 Kata

Safina merasa gemas melihat bayi Safira. Keponakan cantiknya itu belum diberi nama oleh orang tuanya. Mungkin nanti setelah tujuh hari baru akan diberikan nama. Safina menatap bayi perempuan yang sedang tertidur di box bayi rumah sakit. Rasanya dia ingin mencubit pipi bayi cantik itu saking gemasnya. Dia pun menoleh pada Iqbal yang berdiri di sampingnya. "Pak." "Hem. Ada apa, Fina?" "Mau bawa pulang bayi ini, boleh ya." Iqbal tersenyum. Dia tahu Safina menginginkan bayi itu dan merasa gemas sejak tadi. Namun, tidak mungkin kan bayi itu mereka bawa pulang. "Tanya sama mamanya. Boleh apa enggak?" Safira yang masih terbaring di brankar tidak setuju jika Safina membawa bayinya pulang. "Enggak boleh, Fina. Mau kamu kasih apa nanti dia di rumahmu?" "Beliin s**u formula aja, Fira. Gampa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN