Iqbal ingin marah pada Vania. Setelah dulu membatalkan pernikahan secara sepihak sekarang dia datang dalam keadaan sudah melahirkan seorang anak dan dengan seenaknya mau menitipkan anak padanya, jelas Iqbal menolak untuk menerima anak itu. Dia sendiri masih punya harapan besar untuk memiliki anak bersama Safina karena pernikahan mereka sudah akan berjalan hampir satu tahun. "Nia, kamu masih punya orang tua, ayah dari bayi itu pun sudah pasti masih hidup, kan? Kenapa enggak kamu titipkan ke salah satu di antara dua pilihan itu. Niat kamu mau menitipkan bayi ke sini itu salah besar." Vania diam sambil menangis. Entah itu air mata asli atau palsu, hanya dia yang tahu. Dia ingin mendapat simpati lebih banyak dari Iqbal. "Orang tuaku enggak mau nerima bayi itu, ayah dari bayi itu juga ent